Makanan Setelah Operasi Wasir, Apa Yang Baik Untuk Dikonsumsi?

Makanan setelah operasi wasir apa saja yang bisa Anda konsumsi? Jika wasir Anda parah atau perawatan konservatif tidak memberikan hasil, Anda mungkin memerlukan operasi yang disebut hemoroidektomi. Pemulihan dari prosedur ini membutuhkan waktu dan memerlukan perubahan pola makan serta aktivitas fisik untuk membantu Anda pulih dengan baik.

Dokter Anda akan memberikan instruksi khusus tentang makanan apa yang harus Anda konsumsi dan apa yang harus Anda hindari.

Makanan Setelah Operasi Wasir

Selama beberapa hari pertama setelah prosedur, buang air besar bisa terasa menyakitkan. Anda sebaiknya menghindari tinja yang besar atau keras. Diet rendah serat/rendah residu dapat membantu mengatasi hal ini dengan membatasi jumlah sisa makanan yang melewati sistem pencernaan Anda.

Contoh makanan rendah serat/rendah residu untuk Anda makan setelah operasi wasir yang meliputi:

  • Jus sayuran yang disaring, kentang tanpa kulit, dan sayuran yang dimasak setengah matang
  • Jus buah, melon lunak, dan pisang
  • Roti putih, nasi putih, pasta, dan cornflake
  • Daging, unggas, dan makanan laut
  • Susu dan produk susu, dalam jumlah terbatas

Makanan yang harus dihindari sementara mungkin termasuk:

  • Biji-bijian, kacang-kacangan, atau buah mentah atau kering
  • Roti dan sereal gandum utuh
  • Makanan tinggi lemak

Menambahkan Makanan Kembali

Biasanya membutuhkan waktu dua hingga empat minggu untuk pulih sepenuhnya dari hemoroidektomi. Ikuti saran dokter mengenai pola makan Anda dan bagaimana serta kapan menambahkan kembali makanan untuk mencegah ketidaknyamanan saat Anda pulih.

Makan Setelah Anda Sembuh

Setelah Anda pulih sepenuhnya dari operasi wasir, pola makan Anda harus mencakup cukup serat untuk mengatasi sembelit, yang merupakan penyebab wasir.

Serat adalah zat yang ditemukan dalam makanan nabati. Mengonsusmsi serat dapat membantu tinja Anda lebih mudah untuk keluar. Artinya, Anda tidak perlu mengejan terlalu sering, buang air besar lebih teratur, dan risiko wasir pun berkurang. Meningkatkan asupan serat tidak hanya meningkatkan kebiasaan buang air besar Anda, tetapi juga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama, bermanfaat bagi kesehatan jantung, meningkatkan kontrol gula darah, menurunkan kolesterol, dan bahkan melindungi Anda dari beberapa jenis kanker.

Baca Juga: Serat Baik Untuk Kesehatan Benarkah?

Berapa Banyak Serat yang Anda Butuhkan?

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics  (AND), wanita dewasa sebaiknya mengonsumsi sekitar 25 gram (g) serat per hari. Sementara pria sebaiknya mengonsumsi sekitar 28 g, atau 14 g untuk setiap 1.000 kalori yang dikonsumsi. Beberapa sumber serat terbaik antara lain:

  • Buah: kiwi, rasberi, stroberi, pir, dan jeruk
  • Sayuran : brokoli, bayam, wortel, dan kentang dengan kulitnya
  • Biji-bijian: beras merah, quinoa, roti gandum, dan jelai
  • Kacang-kacangan , kacang polong, dan lentil: kacang merah, buncis, dan kacang polong belah
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: ‌ kacang almond, kacang tanah, biji bunga matahari, dan biji rami

Saat menambahkan lebih banyak serat ke dalam pola makan Anda, pastikan untuk melakukannya secara perlahan, tambahkan satu makanan berserat tinggi baru setiap kali. Mengonsumsi terlalu banyak serat terlalu cepat dapat berdampak buruk dan menyebabkan gas, kembung, dan sembelit. Anda juga perlu memastikan asupan air yang cukup agar tubuh tetap sehat.

Bagaimana dengan Suplemen Serat?

Meskipun selalu lebih baik untuk mendapatkan nutrisi dari makanan utuh karena biasanya mengandung nutrisi yang tidak dapat Anda temukan dalam botol suplemen. Namun mungkin suplemen bisa menjadi pilihan jika Anda kesulitan memenuhi kebutuhan serat. Tapi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lebih dulu untuk mendapatkan rekomendasi tentang bagaimana dan kapan mengonsumsi suplemen serat untuk mencegah sembelit atau masalah pencernaan lainnya.

Baca Juga: Suplemen Serat Wasir, Bisakah Jadi Solusi?

Bagikan :

Tinggalkan Balasan