Mengapa Ingin Buang Air Besar Setelah Makan?

Seringnya merasa ingin buang air besar setelah makan, mendesak, atau terasa sakit, mungkin disebabkan oleh kondisi pencernaan. Buang air besar merupakan respons fisik normal terhadap makan, disebut refleks gastrokolik. Sementara itu, makanan atau aktivitas tertentu dapat memicu refleks gastrokolik yang lebih cepat.

Jadi, keinginan untuk buang air besar tepat setelah makan disebabkan oleh refleks gastrokolik Anda—fungsi sistem pencernaan yang mana makan memicu tubuh untuk mengeluarkan makanan lama guna memberi ruang bagi makanan baru yang masuk.

Penyebab Umum Ingin Buang Air Besar Setelah Makan

Ketika perut Anda mulai meregang karena makanan yang Anda santap, refleks gastrokolik Anda memicu kontraksi otot di usus besar yang mendorong isinya ke arah rektum (bagian terakhir usus). Kontraksi ini disebut peristaltik.Begitu makanan mencapai rektum, refleks gastrokolik memicu keinginan untuk buang air besar.

Peristaltik adalah fungsi tubuh yang normal dan penting, tetapi beberapa hal dapat membuatnya terjadi lebih cepat atau lebih intens dari biasanya. Misalnya, kandungan kalori dan nutrisi dalam makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi kekuatan kontraksi otot usus Anda setelah makan.

1. Stres

Selama periode stres fisik atau emosional yang tinggi, sebagian sistem pencernaan Anda mungkin bekerja berlebihan. Meskipun stres menunda pengosongan lambung (proses memindahkan makanan dari lambung ke usus halus), stres mempercepat pergerakan makanan melalui usus besar ke rektum.

Artinya, saat stres, refleks gastrokolik Anda mungkin memicu keinginan untuk buang air besar lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: Bagaimana Stres Memengaruhi Kesehatan Pencernaan?

2. Kecemasan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang hidup dengan kecemasan mungkin memiliki refleks gastrokolik yang lebih cepat. Mereka juga mungkin lebih rentan terhadap diare.

3. Makanan Tinggi Lemak

Penelitian telah menemukan bahwa makanan berlemak tinggi dapat mempercepat pengosongan lambung pada beberapa orang. Makanan berlemak juga diketahui menjadi pemicu diare.

4. Latihan Intens

Dalam beberapa penelitian, peneliti menemukan bahwa olahraga intens dapat merangsang usus untuk berkontraksi . Pelari, misalnya, sering mengalami gejala seperti diare dan urgensi buang air besar selama latihan. Hampir seperempat pelari dalam sebuah studi melaporkan keinginan untuk buang air besar saat berlari.

Masalah ini begitu umum sehingga beberapa peneliti menyebut efek ini sebagai “sindrom gastrointestinal akibat olahraga”. Kemungkinan besar, kondisi ini disebabkan oleh faktor-faktor selama olahraga, antara lain:

  • Berkurangnya aliran darah ke organ pencernaan
  • Aktivasi sistem saraf simpatik, juga dikenal sebagai respons melawan atau lari Anda
  • Penurunan kemampuan menyerap nutrisi
5. Kafein

Minuman berkafein seperti kopi dapat memicu keinginan untuk buang air besar. Sebuah studi menemukan bahwa hingga sepertiga orang mengalami respons ini terhadap kopi, dan lebih umum terjadi pada wanita. Bahkan kopi tanpa kafein memicu keinginan untuk buang air besar pada beberapa orang, meskipun tidak terlalu kuat.

Kondisi Medis Potensial

Meskipun merasa ingin buang air besar setelah makan adalah hal yang umum dan seringkali normal, terkadang hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan. Jika Anda sering atau ingin buang air besar segera setelah makan, pertimbangkan kondisi-kondisi berikut.

1. Sindrom Dumping

Sindrom dumping adalah sekumpulan gejala yang muncul setelah pengosongan lambung yang cepat. Gejala-gejala ini disebabkan oleh makanan yang Anda makan bergerak terlalu cepat melalui saluran pencernaan. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Diare
  • Mual
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat
  • Berkeringat atau memerah

Sindrom dumping sering kali terjadi akibat operasi lambung, seperti operasi bypass lambung . Sindrom ini juga dapat terjadi jika Anda mengalami kondisi kesehatan lain, seperti diabetes tipe 2.

2. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

IBS adalah kumpulan gejala yang berpusat pada diare, sembelit, atau keduanya. Orang yang mengalami IBS disertai diare mungkin mengalami keinginan mendesak untuk buang air besar setelah makan. Reaksi ini disebabkan oleh makanan yang bergerak terlalu cepat di usus, meskipun para ahli belum yakin apa penyebabnya.

3. Intoleransi Makanan

Beberapa orang mengalami reaksi pencernaan yang kuat terhadap makanan tertentu ketika tubuh mereka tidak dapat mencerna makanan tersebut dengan baik. Intoleransi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan usus dan diare .

Contoh umum intoleransi makanan adalah intoleransi laktosa. Jika usus halus Anda tidak memproduksi cukup enzim laktase, Anda tidak dapat memecah gula dalam susu, yang disebut laktosa. Ketidakmampuan mencerna susu ini dapat menyebabkan diare, sakit perut, atau kembung setelah mengonsumsinya.

4. Penyakit Radang Usus (IBD)

IBD disebabkan oleh peradangan jangka panjang pada saluran pencernaan. Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif adalah dua kondisi utama yang membentuk IBD. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan urgensi buang air besar yang ekstrem , diare, dan inkontinensia (kesulitan mengendalikan buang air besar).

Kapan Normal dan Kapan Harus Khawatir?

Sistem pencernaan setiap orang berbeda, dan beberapa orang mungkin membutuhkan waktu lebih singkat untuk merasakan keinginan buang air besar setelah makan. Secara umum, keinginan buang air besar setelah makan adalah hal yang normal . Kemungkinan besar, ini berarti Anda memiliki refleks gastrokolik yang sehat dan sistem pencernaan Anda berfungsi sebagaimana mestinya.

Namun, jika Anda mengalami ketidaknyamanan yang parah atau salah satu gejala berikut, pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter:

  • Sakit perut
  • Diare yang sering
  • Darah di tinja Anda
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Inkontinensia usus
  • Urgensi usus yang memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda

Tips untuk Mengelola atau Mengurangi Dorongan

Anda mungkin bisa membantu mengendalikan keinginan buang air besar setelah makan dengan melakukan beberapa perubahan gaya hidup sederhana. Anda bisa mencoba strategi berikut:

  • Makanlah enam kali porsi kecil, bukan tiga kali porsi besar per hari.
  • Tunggu untuk minum cairan apa pun hingga 30 menit setelah Anda makan.
  • Hindari kopi dan minuman berkafein lainnya dan alkohol.
  • Hindari makanan apa pun yang tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh Anda.
  • Serta, hindari makanan berlemak, seperti makanan yang digoreng.
  • Kelola tingkat stres fisik dan emosional Anda.

Baca Juga: Serat dan Magnesium, Mana Yang Lebih Baik untuk Membantu Buang Air Besar?

Bagikan :

Tinggalkan Balasan